MODEL PENDAPATAN INDIVIDU
MODEL PENDAPATAN INDIVIDU
Saya tidak akan bosan untuk menjelaskan model bisnis DBS karena sebagian dari member belum punya waktu untuk mendalaminya. Kali ini saya akan memperjelas segi passive income yang diperoleh dari bisnis DBS, khususnya dalam hal kecepatan mencapainya dibandingkan dengan cara memperoleh income metode konvensional.1. Gaji
yang anda terima saat ini dari pekerjaan yang anda jalani (baik di
kantor/tempat usaha lainnya) memang jumlahnya lumayan, tapi membutuhkan
belasan tahun untuk mencapainya (antara 20 s/d 30 tahun, tergantung
pendidikan, skill dan dedikasi anda).
Resiko : PHK, Pensiun, Perusahaan Bangkrut, Usaha Gulung Tikar, maka income anda juga ikut lenyap ke udara.
2. Pendapatan dari bisnis DBS sekarang memang kecil karena jumlah downline masih sedikit.
Resiko : Penghasilan kecil (Rp 200.000/bulan), tetapi anda masih menerima gaji dari kantor/tempat anda bekerja.
3. Pendapatan anda setelah 3 s/d 4 tahun
bergabung dengan DBS sudah bisa menggantikan gaji anda di kantor/tempat
anda bekerja karena jumlah downline anda diperkirakan mencapai minimal
50.000 s/d 100.000 orang (tergantung keaktifan dan strategi yang anda
jalani untuk mengembangkan jaringan).
Resiko
kehilangan income sangat kecil karena penghasilan anda yang besarnya
puluhan juta rupiah per bulan (besarnya relatif, tergantung dari
kemampuan masing-masing) berasal dari transaksi yang dilakukan ribuan
orang yang ada di jaringan anda. Kalau seandainya sebanyak 1.000 s/d
5.000 orang keluar dari DBS, tidak akan berpengaruh signifikan pada
income anda. Itulah sebabnya, bank lebih senang memiliki 10 juta
nasabah yang masing-masing hanya mempunyai tabungan Rp 100 juta (kalau
ditotal Rp 1 trilyun) daripada punya 2 nasabah kakap yang masing-masing
memiliki uang Rp 500 milyar. Jika bank hanya mengandalkan beberapa
gelintir nasabah kakap saja dan salah satu nasabah menarik tabunganya,
bank bisa kolaps seketika.
Resiko
kehilangan income karena DBS bangkrut tetap ada (misalkan karena
perang/chaos), sedangkan resiko karena PHK dan Pensiun tidak dikenal
karena hak keanggotaan bisa diwariskan.
Point terakhir inilah yang saya sebut VISION
adanya penghasilan besar lagi mengalir dengan derasnya, meskipun baru 3
s/d 4 tahun. untuk mendapatkan inspirasi agar anda semakin bergairah
menjalankan bisnis ini. , kemampuan melihat dengan mata pikiranDi
sinilah letak rahasianya, penghasilan/income itu diciptakan dalam
pikiran kita, melalui ide-ide yang diproduksi oleh pikiran kita.
Semakin banyak ide yang anda miliki semakin besar peluang anda untuk
menjadi kaya. Kabar gembiranya adalah memproduksi ide/berpikir itu gratis alias tidak bayar. Mengapa kita tidak mau setiap hari memproduksi ide/berpikir ??
Banyak
orang tidak mengetahui/menyangka kekuatan bisnis DBS, padahal ini
adalah peluang bisnis yang prospek ke depannya cerah. Milikilah gairah
yang tinggi agar keinginan anda untuk pensiun kaya, menjadi kenyataan.
Lihat kembali cerita Si Pembawa Ember
Setiap hari jaringan anda akan tumbuh, persis seperti sel kanker stadium 3
yang terus membelah diri. Anda tidak mampu menghentikan
perkembangbiakannya. Malahan anda bisa mempercepatnya dengan
terus-menerus merekrut sel/member baru. Inilah yang menarik, dan di sinilah kehebatan teknik pemasaran jaringan.
Bisnis
jaringan ini sangat cocok untuk orang-orang yang belum berpengalaman,
memiliki atau menjalankan bisnis pribadi, karena resiko finansialnya
sangat kecil. Anda tidak perlu keluar uang untuk sewa tempat usaha,
bayar gaji, dll. Anda cukup fokus/konsentrasi pada satu aspek saja
yaitu pemasaran/penjualan. Biarkan masalah lain (operasional,
kepegawaian, pelayanan komplain pelanggan, pembukuan, perpajakan, dan
lain-lain) diurus oleh staff atau manajemen DBS. Kita sebagai pemegang
hak berusaha (personal franchise) tinggal fokus untuk jualan dan jualan
saja.
Saya harus mengucapkan terima kasih pada orang-orang yang
telah memperkenalkan DBS ini melalui BOS di ITB, meskipun awalnya saya
ragu, karena saya belum mendapatkan informasi secara lengkap/utuh.
Kemudian saya mencari informasi di Internet untuk memperoleh
keterangan/penjelasan secara lengkap, barulah saya yakin dengan bisnis
ini. Itulah salah satu alasan mengapa saya memilih DBS sebagai ”skoci
penyelamat/parasut cadangan” kalau parasut utama saya gagal. Meskipun
anda bisa bekerja mencari uang (mengangkat ember),
pertanyaannya adalah berapa lama lagi anda bisa bertahan (faktor usia
yang akan menghentikan kemampuan anda mencari uang dengan cara
tradisional, yaitu menukar tenaga dengan gaji/upah).
Yang
penting di bisnis ini, anda tidak menghadapi berbagai resiko bisnis
yang umumnya dihadapi oleh para pengusaha. Berikut ini adalah beberapa
resiko usaha yang umum dialami para pengusaha :
1) Penumpukan stock yang tidak laku terjual, rusak, atau hilang
2) Tagihan yang tidak dibayar oleh pelanggan yang nakal atau curang
3) Kena palakan dari oknum/pejabat perijinan/preman lapangan (baik yang berseragam atau tidak)
4) Moral karyawan yang turun-naik dan pegawai yang keluar masuk (employee turnover)
5) Ditipu atau dicurangi oleh karyawan sendiri atau oleh pemasok
6) Keluhan/komplain dari pelanggan yang tidak puas dengan produk atau pelayanan anda
7) Biaya operasional yang terus naik serta urusan dengan kantor pajak yang bikin pusing kepala, dll.
Yang
paling saya suka dari bisnis ini adalah bahwa kita di sini statusnya
bukan sebagai karyawan, tetapi pengusaha (karyawan bekerja untuk orang
lain, pengusaha bekerja untuk diri sendiri). Kita adalah pemilik bisnis
sendiri, yang mengatur waktunya kita, tidak ada bos, tidak ada yang
mengatur/menekan dan besarnya income yang ingin kita peroleh juga
ditentukan oleh kita sendiri. Bahkan perkembangan bonus dan jaringan
bisa kita pantau setiap hari dari waktu ke waktu melalui internet/HP.
Bahkan bisa dijalankan kapan saja, dan di mana saja, karena bisnis ini
tidak membutuhkan kantor (bahkan anda bisa nebeng di kantor tempat anda
saat ini bekerja). Ini benar-benar suatu kemudahan yang sangat luar
biasa dahsyat.
Teka-teki sederhana :
Kalau anda ingin punya omset penjualan sebesar Rp 50 juta/bulan, mana yang anda pilih :
1. Melayani 1.000 orang pembeli atau 1.000x yang masing-masing membeli pulsa Rp 50.000/bulan
atau
2. Menjual pulsa Rp 50.000/bulan kepada suatu jaringan konsumen yang anggotanya 1.000 orang
Jika
anda memilih cara pertama, maka anda berpikir sebagai seorang pengecer
(reseller), sedangkan jika anda memilih cara kedua, maka anda berpikir
sebagai seorang pemasar berbasis jaringan. Pemasar berbasis jaringan tidak mau melayani 1.000x,
tetapi memilih membangun jaringan yang beranggota 1.000 orang, sehingga
tidak perlu melayani 1.000x tetapi tetap memperoleh hasil yang sama
(omset penjualan tetap Rp 50 juta/bulan). Lebih smart bukan ??
Perbedaan
lainnya adalah jika anda menjadi pengecer, anda tidak bisa pensiun
karena harus melayani pelanggan terus-menerus agar tetap mempunyai
income. Sedangkan dengan model bisnis jaringan, tanpa melayani pelanggan pun anda tetap bisa memperoleh penghasilan. Makanya disebut passive income. Ini perbedaan yang sangat fundamental kalau anda ingin terbebas dari kesulitan finansial. Inilah model penghasilan abad 21 yang bisa diperoleh siapa saja. Zaman dulu hanya para bangsawan dan keluarga raja yang bisa mendapatkan passive income dari aset properti atau tanahnya.
Saat ini, siapa saja bisa mendapatkan passive income asal tahu caranya
dan berani ambil tindakan. Passive income adalah model pendapatan yang
paling ideal.
Robert Kyosaki mendefinisikan bahwa orang disebut
kaya apabila passive income-nya sudah melebihi kebutuhan hidupnya
sehari-hari, sehingga tidak bekerja pun orang tersebut bisa
mempertahankan
a. Pola pendapatan dan konsumsi rumah tangga bila hanya mengandalkan dari gaji/upah saja

Pada
saat garis putus-putus (kurva konsumsi) berada di atas garis utuh
(kurva pendapatan), maka anda sudah menjadi beban orang lain. Itu
karena anda tidak cukup punya tabungan/penghasilan untuk menopang biaya
hidup sehari-hari, sementara karena faktor usia dan kesehatan,
anda tidak bisa menjual tenaga yang anda miliki ke pasar tenaga kerja
(tidak laku di pasar). Ditambah kenyataan bahwa sebagian besar orang
tidak mendapatkan jaminan dana pensiun yang memadai, maka tidak jarang
anda akan menjumpai orang yang baru satu tahun pensiun, langsung
menjual harta benda yang dimiliki (mobil, rumah, perhiasan, dll) untuk
mempertahankan
b. Pola pendapatan dan konsumsi bila anda punya passive income (selain gaji/upah)
Grafik
pendapatan anda tidak pernah turun karena pendapatan anda hanya
berganti dari pendapatan aktif menjadi pendapatan pasif (dari aset yang
anda kumpulkan). Jadi, selagi masih muda, kumpulkan sebanyak mungkin aset produktif (ruko, rumah kost, termasuk bisnis jaringan DBS)
agar income anda tidak turun sejalan dengan bertambahnya usia. Hal
paling menarik dari penghasilan yang berasal dari aset adalah bersedia
bekerja 24 jam sehari, 365 hari setahun tanpa meminta cuti,
tidak mengenal mogok, pensiun, sangat loyal dan tidak pernah protes
kepada majikannya, bisa diwariskan ke beberapa generasi berikutnya, dan
nilainya bisa terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Source : http://andhika-dbs.blogspot.com/2008/07/model-pendapatan-individu.html
In : DBS Info